Langsung ke konten utama

Fatherless Family: Ketika Ayah Hanya Tahu Cari Uang Saja?

Mengasuh anak sejatinya adalah tanggung jawab utama orang tua, bapak dan ibu. Namun ada juga pandangan menurut beberapa orang yang beranggapan bahwa mengasuh anak dan mengurus pekerjaan rumah tangga adalah tugas ibu. Sedangkan peran bapak hanyalah pencari nafkah saja, sehingga bapak tidak banyak berperan dalam parenting bahkan sangat minim. Fatherless family , sebuah label yang diberikan kepada sebuah keluarga dimana peran ayah dalam pengasuhan anak dikeluarga tersebut yang minim baik secara fisik maupun psikis. Fatherless merupakan kombinasi dari jarak secara fisik dan emosional antara ayah dan anaknya. Pandangan anak tentang keterlibatan ayahnya menandakan esensi dari peran ayah dalam kehidupan anak. Benarkah seperti itu? Feel You akan mencoba membahas fenomena fatherless family . Mengapa fatherless family bisa terjadi? Di negara barat Peningkatan jumlah orang tua tunggal disebabkan oleh meningkatnya perceraian. Adanya perubahan sosial juga berkontribusi terhadap peningkatan kondisi

Ciri Orang Berbohong dari Bahasa Tubuhnya

Menurut St-Yves, berbohong merupakan alat untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Kita bisa menghindari keharusan untuk memberikan penjelasan yang panjang kepada orang lain dengan berbohong. Bisa juga menghindari sebuah hukuman yang seharusnya menjadi konsekuensi apabila melakukan kesalahan dengan berbohong. Bahkan ada juga orang yang melakukan kebohongan untuk sebuah kebaikan atau menolong orang lain.

Kebohongan merupakan satu tipe perilaku manusia yang sulit untuk dibaca. Selama ribuan tahun, orang berusaha menggunakan berbagai cara untuk mendeteksi kebohongan seperti menggunakan sampel tulisan tangan, analisa suara orang, atau menggunakan alat pendeteksi kebohongan. Namun tidak ada metode yang 100% akurat untuk membaca kebohongan itu. Bahkan alat pendeteksi kebohongan hanya memiliki nilai keakuratan sebanyak 60-80% saja, bergantung pada operator alat tersebut.

Tapi ditulisan ini, Feel You akan spill ciri-ciri orang bohong dilihat dari respon non verbal (bahasa tubuh) ketika orang sedang melakukan kebohongan.

Disclaimer:
Perilaku yang dianggap sebagai kebohongan, biasanya adalah manifestasi stres, bukan ketidakjujuran. Sehingga perlu memperhatikan tanda-tanda stres dan tegang orang tersebut dalam konteks tertentu dalam mengungkap kebohongan. Perlu memperhatikan budaya tertentu, kebiasaan, dan kelainan saraf dalam mengindentifikasi ciri-ciri orang berbohong melalui bahasa tubuh.

Menutup mulut dan terbatuk

Bahasa tubuh menutup mulut merupakan ciri-ciri bohong yang sering dilakukan anak-anak saat berbohong, namun orang dewasa sering melakukan hal yang sama. Keinginan untuk menutup mulut atau meletakkan tangan di mulut merupakan gerakan refleks yang terjadi dengan sendirinya. Tanpa disadari, otak meminta tangan orang yang berbohong untuk menghentikan pernyataan bohong yang diungkapkan.
Sebaliknya, jika terdapat orang yang menutup mulut saat kamu sedang berbicara, maka orang tersebut merasa bahwa kamu sedang berbohong kepadanya. 
Beberapa orang juga menyembunyikan kebohongan dengan pura-pura batuk padahal tidak sedang terkena penyakit batuk.

Source: 8photo on www.freepik.com

Menyentuh hidung

Ciri-ciri orang berbohong selanjutnya adalah gerakan mengusap bagian bawah hidung baik secara cepat atau lambat. Seringnya orang yang berbohong bukan menggosok bagian hidung dengan keras atau menggaruk hidung, karena gerakan ciri orang berbohong ini dilakukan secara ringan dan lembut. Ujung saraf halus pada hidung akan terasa gatal saat orang berbohong, sehingga orang yang berbohong akan mengusapnya.

Source: 8photo on www.freepik.com

Menggaruk leher

Ciri orang yang berbohong adalah menggaruk leher yang biasa dilakukan dengan jari telunjuk saat mengatakan kebohongannya. Namun bahasa tubuh orang berbohong yang ini merupakan satu kesatuan dengan gerakan menutup mulut dan menyentuh hidung.


Source: benzoix on www.freepik.com

Menggosok mata dan jumlah kedipan

Orang yang berbohong akan menggosok mata karena mata akan sering terasa gatal saat berbohong. Bahasa tubuh menggosok mata bukan berarti selalu dilakukan di bagian mata, namun bisa terjadi di area sekitar mata, seperti di bawah mata atau daerah sekitar alis.
Ciri lain orang yang berbohong adalah adanya peningkatan jumlah kedipan. Orang yang sedang berbohong akan menjadi gugup sehingga saraf matanya bekerja lebih cepat dari biasanya.

Source: user18526052 on www.freepik.com

Perubahan nada suara

Jika perkataan seseorang menunjukkan intonasi yang tidak jelas sehingga harus diulang kembali, dikarenakan volume suara yang mengecil atau artikulasi suara yang tidak jelas, maka kemungkinan besar perkataannya tidak benar.

Melakukan kontak mata lebih banyak

Kontak mata yang minim atau bahkan tidak ada kontak mata bukan otomatis ciri-ciri berbohong. Hasil riset menunjukkan bahwa psikopat, penipu, dan pembohong biasanya akan meningkatkan intensitas kontak mata saat melakukan kebohongan. Para pelaku tindak kriminal justru melakukan kontak mata yang lebih banyak dibandingkan individu lain, mereka mengunci tatapan mata dengan korbannya. Hal ini dilakukan dengan sadar karena diyakini bahwa orang yang menatap lawan bicaranya menandakan kejujuran.

Source: drobotdean on www.freepik.com

Gerakan kepala

Ketika seseorang mengangguk atau menggeleng saat sedang berbicara, dan gerakannya terjadi secara stimultan bersama dengan apa yang dikatakan, maka apa yang disampaikannya adalah benar. Namun gerakan kepala harus konsisten atau selaras dengan apa yang disampaikan. Contoh ketika seseorang mengatakan "saya tidak melakukan hal itu", namun saat bersamaan gerakan kepalanya mengangguk, maka orang tersebut berbohong.
Jika gerakan mengangguk atau menggeleng dilakukan setelah berbicara (diikuti jeda), maka kemungkinan besar apa yang dikatakannya adalah kebohongan.

Merasa tidak nyaman

Peningkatan volume keringat dan tarikan napas, getaran di tubuh, atau gerakan lain untuk menutupi atau menahan tangan atau bibir, mengatupkan bibir rapat-rapat dapat menjadi tanda tidak nyaman atau ciri-ciri berbohong. Hal ini perlu diperhatikan terutama jika hal tersebut terjadi pada situasi yang seharusnya tidak terjadi kegugupan.


Source: cookie_studio on www.freepik.com

Posisi telapak tangan keatas

Bahasa tubuh ini dilakukan ketika seseorang mengatakan sesuatu dan ingin anda mempercayainya. Telapak tangan yang menghadap keatas tidak menunjukkan keyakinan dan memohon untuk dipercaya. Seseorang yang jujur tidak akan memohon untuk dipercaya.

Source: 8photo on www.freepik.com

Bagaimana, Feels? Apakah kamu pernah menemukan ciri-ciri orang berbohong yang sudah disebutkan tadi saat seseorang sedang berbicara denganmu? Memberitahukan kebenaran akan lebih nyaman daripada berbohong atau khawatir akan tertangkap basah karena orang lain mengetahui fakta yang sebenarnya.


Sources
Navaro, Joe. (2016). Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh. Jakarta Selatan: Change.
Putra, Dianata Eka. (2008). Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh. Bandung: Kaifa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fatherless Family: Ketika Ayah Hanya Tahu Cari Uang Saja?

Mengasuh anak sejatinya adalah tanggung jawab utama orang tua, bapak dan ibu. Namun ada juga pandangan menurut beberapa orang yang beranggapan bahwa mengasuh anak dan mengurus pekerjaan rumah tangga adalah tugas ibu. Sedangkan peran bapak hanyalah pencari nafkah saja, sehingga bapak tidak banyak berperan dalam parenting bahkan sangat minim. Fatherless family , sebuah label yang diberikan kepada sebuah keluarga dimana peran ayah dalam pengasuhan anak dikeluarga tersebut yang minim baik secara fisik maupun psikis. Fatherless merupakan kombinasi dari jarak secara fisik dan emosional antara ayah dan anaknya. Pandangan anak tentang keterlibatan ayahnya menandakan esensi dari peran ayah dalam kehidupan anak. Benarkah seperti itu? Feel You akan mencoba membahas fenomena fatherless family . Mengapa fatherless family bisa terjadi? Di negara barat Peningkatan jumlah orang tua tunggal disebabkan oleh meningkatnya perceraian. Adanya perubahan sosial juga berkontribusi terhadap peningkatan kondisi

Cinta Bukan Cuma Romantis Saja, Ini Bentuk Lainnya Menurut Psikologi

Berbicara tentang cinta, banyak sekali maknanya menurut setiap orang dengan pengalamannya masing-masing. Tapi cinta itu apa sih ? Apakah cinta hanya untuk hubungan romantis dengan pasangan saja? Apakah ada bentuk cinta yang lain? Bagaimana juga dengan cinta kepada teman-teman atau bahkan kepada Tuhan? Berikut ini adalah bentuk-bentuk cinta menurut tokoh psikologi, Rollo May, yang Feel You tulis buat kamu Feels. 1. Sex Seks adalah fungsi biologis yang dapat dipuaskan melalui hubungan seksual atau pelepasan ketegangan seksual lainnya. 2. Eros Terjadi kebingungan perbedaan antara eros dan seks. Seks merupakan kebutuhan fisiologis yang mencari kepuasan melalui pelepasan ketegangan. Berbeda dengan seks, eros merupakan dorongan psikologis yang menginginkan hubungan seksual melalui pernikahan yang langgeng dengan orang yang kita cintai. Eros is making love, sex is manipulating organs . Eros berorientasi pada hubungan yang awet, sedangkan seks adalah keinginan untuk merasakan kesenangan. Eros

5 Isu Penting Hubungan dengan Mertua dan Bagaimana Menyikapinya

Ketika kamu berpikir bahwa setelah menikah nanti hanya akan ada kamu dengan pasanganmu saja, pemikiran tersebut salah besar. Mungkin selama beberapa hari setelah pesta pernikahan iya, hanya ada kamu dan pasanganmu saja untuk menghabiskan moment honeymoon . Namun setelahnya, tentu keluarga dari pasanganmu berekspektasi bahwa mereka juga bagian dari hidupmu. Beberapa budaya non-barat, keterlibatan orang tua lebih menonjol dan terang-terangan. Pada beberapa pasangan setelah menikah, istri akan ikut tinggal bersama suami dan orang tua suami tanpa batas waktu tertentu. Sedangkan pada budaya barat, hubungan dengan mertua tidak terbentuk secara kaku namun tetap ada. Tidak bisa dipungkiri ketika seseorang menikah, dirinya akan menjadi bagian dari keluarga besar pasangannya. Bisa dikatakan bahwa kita juga menikahi sebuah keluarga, termasuk kebaikan dan keburukannya. Bagaimana baik atau buruknya, dekat atau jauhnya hubungan kita dengan keluarga pasangan bergantung pada kesempatan atau moment yan