Langsung ke konten utama

Fatherless Family: Ketika Ayah Hanya Tahu Cari Uang Saja?

Mengasuh anak sejatinya adalah tanggung jawab utama orang tua, bapak dan ibu. Namun ada juga pandangan menurut beberapa orang yang beranggapan bahwa mengasuh anak dan mengurus pekerjaan rumah tangga adalah tugas ibu. Sedangkan peran bapak hanyalah pencari nafkah saja, sehingga bapak tidak banyak berperan dalam parenting bahkan sangat minim. Fatherless family , sebuah label yang diberikan kepada sebuah keluarga dimana peran ayah dalam pengasuhan anak dikeluarga tersebut yang minim baik secara fisik maupun psikis. Fatherless merupakan kombinasi dari jarak secara fisik dan emosional antara ayah dan anaknya. Pandangan anak tentang keterlibatan ayahnya menandakan esensi dari peran ayah dalam kehidupan anak. Benarkah seperti itu? Feel You akan mencoba membahas fenomena fatherless family . Mengapa fatherless family bisa terjadi? Di negara barat Peningkatan jumlah orang tua tunggal disebabkan oleh meningkatnya perceraian. Adanya perubahan sosial juga berkontribusi terhadap peningkatan kondisi

Alasan Seseorang Berbohong

Hampir sebagian besar dari kita pasti pernah melakukan minimal satu kebohongan dalam hidupnya. Baik mereka berbohong untuk tujuan yang baik atau tujuan yang tidak baik. Disatu sisi, hampir sebagian besar dari kita pasti pernah menjadi korban kebohongan orang lain.

Apakah kamu pernah merasa dibohongi oleh orang lain? Atau kamu pernah menyadari kebohongan orang lain secara langsung di depanmu sendiri atau dimedia sosial? Jika iya, pernahkah kamu berpikir apa alasan mengapa orang tersebut berbohong kepadamu?

Kali ini Feel You akan membahas penyebab seseorang berbohong menurut hasil penelitian.

Source: katemangostar on www.freepik.com

Definisi berbohong

Berbohong adalah sebuah tindakan berupa penyampaian sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan atau fakta yang sebenarnya baik secara sengaja maupun tidak sengaja dilakukan oleh pelakunya. Seseorang juga bisa dikatakan berbohong apabila menyesatkan orang lain tanpa diminta oleh orang tersebut untuk melakukannya secara eksplisit.

Nah, seseorang dapat dikatakan berbohong jika memenuhi indikator berikut ini:

  • Falsification atau memalsukan
    Seseorang dikatakan berbohong apabila memberikan pernyataan palsu atau membuat cerita yang berbeda dari fakta.
  • Concealment atau penyembunyian
    Seseorang dapat dikatakan berbohong jika dirinya menyembunyikan baik sebagian maupun keseluruhan fakta.
  • Equivocation atau pengaburan
    Seseorang dikatakan berbohong jika dirinya secara sengaja membuat informasi yang disampaikan menjadi samar atau kabur, sehingga timbul ketidakjelasan.

Alasan seseorang berbohong

Terdapat tiga faktor utama mengapa seseorang berbohong, berikut penjelasannya:

1. Faktor kepribadian

Individu yang terbiasa berbohong biasanya sangat pandai membuat cerita khayalan untuk dijadikan senjata untuk melancarkan kebohongannya. Mungkin kamu pernah mendengar istilah mythomania? Orang dengan gangguan mythomania memiliki potensi besar untuk mengarangg cerita bohong kepada orang lain. Tujuan mereka melakukannya adalah untuk mendapatkan atensi dari orang disekitarnya.

2. Faktor sosial

Terkadang terdapat situasi-situasi tertentu dalam kehidupan yang membuat kita perlu melakukan kebohongan. Hal ini dapat terjadi pada siapapun. Sebenarnya berbohong pada faktor ini merupakan sebuah reaksi atas masalah yang sedang terjadi.

3. Faktor manfaat

Berbohong menjadi sebuah senjata untuk mendapatkan hal yang bermanfaat bagi pelakunya. Selama terdapat keuntungan yang didapatkan, maka semakin besar kemungkinan pelaku untuk melakukan kebohongan. Berikut adalah pemicu seseorang melakukan kebohongan:
  • Menguntungkan kepentingan pribadi.
    Biasanya dilakukan oleh orang yang berusaha memperoleh keuntungan personal dengan cara yang manipulatif.
  • Memunculkan respon emosional tertentu yang diinginkan.
    Biasanya dilakukan oleh individu yang gila pujian.
  • Melindungi dari ketidaksetujuan.
    Seperti berpura-pura untuk setuju akan suatu hal, namun sebenarnya tidak setuju tetapi tidak memiliki keberanian untuk menyampaikannya.
  • Melindungi diri dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk.
  • Melindungi diri dari ketidaknyamanan.
    Sebenarnya merasa tidak nyaman namun tidak mempunyai keberanian untuk menyampaikannya.
  • Supaya terlihat lebih baik dari yang sebenarnya.
  • Mendapat keuntungan persona.
  • Membantu mendapat informasi yang diinginkan.
  • Membantu mendapatkan apa yang diinginkan.
  • Demi orang lain.

Kerugian berbohong untuk pelaku dan korban

Baik pelaku kebohongan dan korban kebohongan mendapatkan dampak atau kerugian tertentu. Hanya saja pelaku kebohongan tidak merasakan dampaknya secara langsung. Bagi pelaku kebohongan, mereka akan merasa gelisah dan cemas apabila kebohongan yang dilakukannya akan terungkap.
Mereka juga akan kehilangan kepercayaan dari orang lain secara perlahan.
Sedangkan kerugian yang dialami oleh korban kebohongan adalah mereka dapat merasa curiga kepada orang lain. Mereka dapat kehilangan rasa percayanya kepada orang lain dan tidak mudah untuk kembali percaya. Trust issue, itulah kata yang pas untuk menggambarkannya dengan bahasa sekarang.

Bagaimana, Feels? Apakah kamu pernah mengalami sebagai korban kebohongan dengan salah satu alasan yang Feel You sampaikan? Atau mungkin kamu sendiri pernah melakukannya baik secara sengaja maupun tidak sengaja?


Sources
Abdillah, Rijal., Pertiwi, Yuarini W., Hutahaean, Erik Saut H., Bastoro, Ryan., Putri, Rizki Amalia P., & Perdini, Tiara Anggita. (2019). Self-Monitoring dan Kemampuan Verbal terhadap Perilaku Berbohong. Jurnal Kajian Ilmiah, 249-260.

Naja, Fiqhiyatun., & Kholifah, Nanik. (2020). Bias Konfirmasi terhadap Perilaku Berbohong. Jurnal Psikologi, 21-40.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Isu Penting Hubungan dengan Mertua dan Bagaimana Menyikapinya

Ketika kamu berpikir bahwa setelah menikah nanti hanya akan ada kamu dengan pasanganmu saja, pemikiran tersebut salah besar. Mungkin selama beberapa hari setelah pesta pernikahan iya, hanya ada kamu dan pasanganmu saja untuk menghabiskan moment honeymoon . Namun setelahnya, tentu keluarga dari pasanganmu berekspektasi bahwa mereka juga bagian dari hidupmu. Beberapa budaya non-barat, keterlibatan orang tua lebih menonjol dan terang-terangan. Pada beberapa pasangan setelah menikah, istri akan ikut tinggal bersama suami dan orang tua suami tanpa batas waktu tertentu. Sedangkan pada budaya barat, hubungan dengan mertua tidak terbentuk secara kaku namun tetap ada. Tidak bisa dipungkiri ketika seseorang menikah, dirinya akan menjadi bagian dari keluarga besar pasangannya. Bisa dikatakan bahwa kita juga menikahi sebuah keluarga, termasuk kebaikan dan keburukannya. Bagaimana baik atau buruknya, dekat atau jauhnya hubungan kita dengan keluarga pasangan bergantung pada kesempatan atau moment yan

Cinta Bukan Cuma Romantis Saja, Ini Bentuk Lainnya Menurut Psikologi

Berbicara tentang cinta, banyak sekali maknanya menurut setiap orang dengan pengalamannya masing-masing. Tapi cinta itu apa sih ? Apakah cinta hanya untuk hubungan romantis dengan pasangan saja? Apakah ada bentuk cinta yang lain? Bagaimana juga dengan cinta kepada teman-teman atau bahkan kepada Tuhan? Berikut ini adalah bentuk-bentuk cinta menurut tokoh psikologi, Rollo May, yang Feel You tulis buat kamu Feels. 1. Sex Seks adalah fungsi biologis yang dapat dipuaskan melalui hubungan seksual atau pelepasan ketegangan seksual lainnya. 2. Eros Terjadi kebingungan perbedaan antara eros dan seks. Seks merupakan kebutuhan fisiologis yang mencari kepuasan melalui pelepasan ketegangan. Berbeda dengan seks, eros merupakan dorongan psikologis yang menginginkan hubungan seksual melalui pernikahan yang langgeng dengan orang yang kita cintai. Eros is making love, sex is manipulating organs . Eros berorientasi pada hubungan yang awet, sedangkan seks adalah keinginan untuk merasakan kesenangan. Eros

Fatherless Family: Ketika Ayah Hanya Tahu Cari Uang Saja?

Mengasuh anak sejatinya adalah tanggung jawab utama orang tua, bapak dan ibu. Namun ada juga pandangan menurut beberapa orang yang beranggapan bahwa mengasuh anak dan mengurus pekerjaan rumah tangga adalah tugas ibu. Sedangkan peran bapak hanyalah pencari nafkah saja, sehingga bapak tidak banyak berperan dalam parenting bahkan sangat minim. Fatherless family , sebuah label yang diberikan kepada sebuah keluarga dimana peran ayah dalam pengasuhan anak dikeluarga tersebut yang minim baik secara fisik maupun psikis. Fatherless merupakan kombinasi dari jarak secara fisik dan emosional antara ayah dan anaknya. Pandangan anak tentang keterlibatan ayahnya menandakan esensi dari peran ayah dalam kehidupan anak. Benarkah seperti itu? Feel You akan mencoba membahas fenomena fatherless family . Mengapa fatherless family bisa terjadi? Di negara barat Peningkatan jumlah orang tua tunggal disebabkan oleh meningkatnya perceraian. Adanya perubahan sosial juga berkontribusi terhadap peningkatan kondisi